Mobil

Demi Karakter Ikonik, Pabrikan Menolak Hadirkan Suzuki Jimny EV

Suzuki secara tegas menolak rencana pengembangan Suzuki Jimny EV demi menjaga karakter legendarisnya. Simak alasan lengkap pabrikan otomotif ini di sini!

Agung Pratnyawan

Demi Karakter Ikonik, Pabrikan Menolak Hadirkan Suzuki Jimny EV
Demi Karakter Ikonik, Pabrikan Menolak Hadirkan Suzuki Jimny EV

mobimoto.com - Suzuki secara tegas menolak rencana pengembangan Suzuki Jimny EV demi menjaga karakter asli dari mobil off-road ikonik tersebut.

Kebijakan ini diambil meskipun tren mobil listrik dan regulasi emisi karbon global di berbagai negara semakin ketat.

Pihak produsen menilai bahwa penyematan motor listrik pada tubuh Jimny justru berpotensi merusak identitas legendaris yang telah dibangun selama berpuluh-puluh tahun.

Karakter Suzuki Jimny tangguh dan sensasi berkendara murni dianggap jauh lebih berharga daripada sekadar mengikuti arus tren teknologi modern.

Pimpinan Suzuki, Toshihiro Suzuki, secara terbuka menyatakan pandangannya mengenai potensi elektrifikasi pada kendaraan SUV legendaris tersebut.

Pernyataan tegas ini memperlihatkan komitmen kuat pabrikan dalam mempertahankan keaslian lini produk utamanya.

"Jika Anda bicara tentang Jimny EV, saya pikir itu akan merusak bagian terbaik dari mobil ini," ujar Toshihiro Suzuki, dikutip Rabu (2/9/2026).

Pendirian teguh tersebut terbukti tidak bergeser sedikit pun walau kawasan industri otomotif global sedang gencar melakukan transisi besar-besaran ke kendaraan ramah lingkungan.

Penegasan mengenai prinsip dasar perusahaan ini juga disampaikan secara langsung oleh pejabat internal di kawasan regional.

General Manager Automotive Suzuki Australia, Michael Pachota, menegaskan bahwa nilai-nilai dasar tersebut masih dipegang teguh oleh jajaran manajemen.

Pihak perusahaan lebih memilih untuk melakukan penyesuaian pada portofolio model mobil lainnya demi melindungi Jimny dari sentuhan teknologi mobil listrik.

Sejak pertama kali diperkenalkan ke publik pada tahun 2018, model Jimny standar maupun varian Jimny XL masih setia mengandalkan mesin bensin 1,5 liter naturally aspirated.

Dapur pacu konvensional ini mampu menghasilkan daya hingga 75 kW dan torsi maksimal 130 Nm secara stabil.

Penyaluran tenaga dari mesin tersebut didukung oleh pilihan sistem transmisi manual lima percepatan atau otomatis empat percepatan.

Komposisi mekanis yang sederhana namun kuat ini sangat disukai oleh para penggemar petualangan di medan berat.

Menariknya, SUV kompak ini menjadi satu-satunya lini produk dalam katalog Suzuki yang benar-benar bersih dari integrasi teknologi hibrida maupun baterai listrik.

Walaupun spesifikasi mesin bensin tersebut sudah berumur delapan tahun, tingkat pemesanan dari konsumen di berbagai belahan dunia justru menunjukkan peningkatan pesat.

Penolakan terhadap varian berbasis baterai ini sekaligus merespons pemberlakuan regulasi New Vehicle Efficiency Standard (NVES) 2027 di Australia.

Aturan efisiensi kendaraan baru tersebut diketahui menuntut pemenuhan ambang batas emisi karbon yang sangat ketat bagi setiap produsen.

Meskipun dihadapkan pada regulasi ketat, produsen gawai otomotif asal Jepang ini tetap optimistis mampu memenuhi target rata-rata emisi karbon secara keseluruhan.

Suzuki berencana menyeimbangkan angka emisi melalui peningkatan efisiensi pada model-model lain dalam jajaran produknya.

Dengan skema penyeimbangan portofolio tersebut, emisi dari mesin konvensional dapat tertutupi oleh penjualan lini kendaraan listrik dan hibrida lainnya.

Langkah strategis ini membuktikan bahwa perlindungan terhadap warisan produk klasik dapat berjalan berdampingan dengan pemenuhan standar lingkungan.

Bagi Suzuki, karakter berkendara yang murni, tangguh, dan sederhana pada kendaraan SUV off-road ini merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar.

Daya pikat mekanis tersebut dipandang sebagai mahakarya yang harus terus dijaga keberadaannya dari gempuran era elektrifikasi.

×
Zoomed

Berita Terkini