Mobil

Mudah Dimodif, Yamaha MX King Jadi Buronan Aparat di Malaysia?

Motor ini kerap diciduk besar-besaran. Kenapa?

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal

Ilustrasi Motor Jupiter MX yang Dimodifikasi. (YouTube)
Ilustrasi Motor Jupiter MX yang Dimodifikasi. (YouTube)

Mobimoto.com - Di tanah air, Yamaha MX-King bisa jadi merupakan salah satu motor bebek 'super' yang banyak diminati masyarakat.

Desainnya yang relatif ganteng serta performa yang cukup mumpuni, ditambah dengan anggapan bahwa motor ini mudah untuk dimodifikasi membuat motor ini cukup digemari oleh masyarakat.

Tak cuma di Indonesia, motor ini sekan menjadi idola di negeri tetangga, Malaysia.

Namun berbeda dengan di Indonesia, beberapa waktu belakangan motor ini kerap menjadis sasaran target operasi oleh penegak hukum di sana.

Berbeda dengan pengendara motor lain, di Malaysia para pengguna motor ini kerap terkena razia yang dilakukan secara detil dan menyeluruh.

Banyak warga di sana yang menjadi korban "pencidukan" oleh aparat, kenapa?

Razia besar-besaran MX-King. (Facebook)
Razia besar-besaran MX-King. (Facebook)

Dikutip dari beberapa media di Malaysia, hal ini terjadi lantaran motor ini kerap mendapatkan modifikasi yang menyalahi aturan.

Razia ini diinisiasi oleh JPJ  Malaysia(Departemen Transportasi Jalan)  untuk menertipkan motor modifikasi yang mulai membahayakan masyarakat.

Razia besar-besaran MX-King. (Facebook)
Razia besar-besaran MX-King. (Facebook)

Tak kenal ampun, setiap motor ini mendapat pemeriksaan detil. Modifikasi yang ditarget oleh aparat adalah penambahan kubikasi mesin (bore up), penggunaan knalpot racing, ECU tak standar, pengubahan swingarm dan roda untuk memperingan bobot kendaraan serta penggunaan spion modifikasi. 

Razia besar-besaran MX-King. (Facebook)
Razia besar-besaran MX-King. (Facebook)

 

Maraknya razia motor berjuluk Ysuku akhirnya viral dan menjadi topik perbincangan di kalangan pecinta roda dua tanah air. Razia besar-besaran inipun mendapat tanggapan pro dan kontra di kalangan warganet. Berikut beberapa komentar di antaranya.

"Masih mending +62 ya , arm, ecu, blok/head engine tidak jadi target operasi pada razia umum..." ujar Ridwan Adi Surya Prakasa  di kolom komentar.

"Enak disini kadang bisa damai ditempat mbah..." ujar Joko Fitriyanto Jamaruddin.

Berita Terkait

Berita Terkini