Mobil

Lebih Sigap, Koenigsegg Akan Buat Supercar dengan Mesin Camless

Mesin Camless akan cukup sesuai dengan inovasi mobil elektrik.

Rauhanda Riyantama | Praba Mustika

Koenigsegg Regera. (Road and Track)
Koenigsegg Regera. (Road and Track)

Mobimoto.com - Produsen mobil super atau supercar asal Swedia, Koenigsegg mencoba sebuah inovasi terbaru di mobil produksi mereka di masa yang akan datang. Dilansir Road and Track, Koenigsegg baru saja menjual 20 persen saham ke National Electric Vehicle Sweden (NEVS). Dengan hal ini, akan sangat memungkinkan untuk Koenigsegg yang akan lebih terbuka lagi terhadap perkembangan mobil elektrik.

NEVS sendiri adalah produsen mobil yang mencoba membuat mobil elektrik dari mobil-mobil lama Saab Automobile, yang salah satunya adalah Koenigsegg.

Christian von Koenigsegg, selaku pendiri dan pemilik Koenigsegg mengatakan kalau mereka sedang mengerjakan supercar hybrid, yang akan dipasarkan dengan harga sekitar Rp 1.6 miliar. Mobil tersebut, rencananya akan diproduksi dengan mesin Camless alias tanpa camshafts.

Camshafts adalah poros yang bekerja untuk membuka dan menutup katup silinder. Tanpa menggunakan camshafts, lalu bagaimana cara mesin mobil Koenigsegg akan bekerja?

Tanpa camshafts, katup akan membuka dan menutup secara individu, dengan memanfaatkan tekanan udara atau pneumatic actuators. Dengan bekerja secara individu, mesin camless akan lebih sigap karena bisa mengontrol masing-masing katup.

Mengatakan pada Top Gear, Christian von Koenigsegg mengataan ''Kami berambisi kalau mobil ini akan bebas karbon dioksida,''

Lebih lanjut, Koenigsegg berharap kalau mesin camless bisa diterapkan di mobil hybrid. Karena mobil bisa melakukan cold-start, bahkan di bawah suhu 30 derajat celsius, jadi tanpa campuran bahan bakar bensin.

Koenigsegg Agera RS. (Autoblog)
Koenigsegg Agera RS. (Autoblog)

 

Sebelumnya, Koenigsegg punya mobil hybrid bernama Koenigsegg Agera RS. Sepertinya, Koenigsegg tengah menyiapkan penerus mobil tersebut, apalagi dengan mesin baru yang lebih sigap dan ramah lingkungan.

Berita Terkait

Berita Terkini