Motor

Terlalu Agresif Hadang Pelanggar Lalu Lintas, Oknum Polisi Ini Jadi Sorotan

Dipepet sampai terjatuh, aksinya dinilai keterlaluan.

Dany Garjito | Cesar Uji Tawakal

Ilustrasi polisi. (unsplash)
Ilustrasi polisi. (unsplash)

Mobimoto.com - Menyandang gelar sebagai penegak hukum ternyata tak selalu membuat aparat Kepolisian cukup disegani oleh masyarakat. Hal tersebut terjadi karena beberapa alasan misalnya kejadian yang viral satu ini.

Sebuah video menjadi viral di media sosial. Video tersebut diunggah di media sosial Facebook kemarin (13/7/2019). Kabarnya peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

Dalam video tersebut terlihat seorang oknum Polisi yang tengah dihujat masyarakat. Alasan penyebab dihujatnya oknum ini pun mengundang rasa penasaran.

Polisi yang dihujat warga karena terlalu agresif saat mengejar pelanggar lalu lintas. (Facebook/Yoko)
Polisi yang dihujat warga karena terlalu agresif saat mengejar pelanggar lalu lintas. (Facebook/Yoko)

 

Diduga oknum tersebut tengah mengejar warga dengan cara memepet motor warga tersebut, namun karena terlalu agresif, kedua orang tersebut malah jatuh.

Warga kemudian berkerumun dan mengutuk aksi oknum tersebut. Panen caci maki, oknum Polisi tersebut akhirnya melarikan diri.

Video inipun menuai respons negatif dari masyarakat. Banyak yang menilai bahwa aksi oknum tersebut berlebihan dan tidak bertanggung jawab. Berikut beberapa komentar warganet.

Polisi yang dihujat warga karena terlalu agresif saat mengejar pelanggar lalu lintas. (Facebook/Yoko)
Polisi yang dihujat warga karena terlalu agresif saat mengejar pelanggar lalu lintas. (Facebook/Yoko)

 

"Itu ibunya gapake helm ya dikejar. Namanya kawasan tertib lalu lintas. Tapi ga seharusnya dipepet sampai jatuh hmmz." ujar Hafiz Aulia.

"Emang Polisi Stabat suka ngejar, aku pernah kena, sekali pas mau ke Medan sama teman aku, ehh di kejar. Mana kami mau cari kerja." Wilis Rizaldi.

"Perlu sekali-kali dikasih pelajaran, biar kawan-kawannya nggak semena-mena sama masyarakat." ujar Muhammad Arnanda.

Berita Terkait

Berita Terkini