Motor

Harley Davidson bakal Out dari India, Padahal Sudah Dibekingi Donald Trump

Mendapat dukungan pemerintah tak lantas membuat langkah HD mulus.

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal

Harley-Davidson. (pixabay)
Harley-Davidson. (pixabay)

Mobimoto.com - Produsen motor ternama asal Amerika Serikat (AS), Harley-Davidson (HD) disinyalir bakal "tutup toko" di Negeri Bollywood lantaran penjualan di negara tersebut kian lesu.

Dilansir dari Rideapart (24/8/2020), program ini sejalan dengan rencana baru yang diterapkan oleh perusahaan tersebut, yang mana bakal berfokus cuma di beberapa wilayah seperti Amerika Utara, Eropa dan Asia Pasifik.

Pasar di daerah tersebut dipandang masih punya potensi untuk tumbuh. Menurut laporan dari The Hindu, petinggi HD berujar bahwa mereka tengah mengevaluasi rencana untuk keluar dari pasaran internasional yang kurang menguntungkan.

Performa penjualan HD di India sendiri dianggap kurang menjanjikan. Pabrikan ini telah menjual sebanyak 2.500 unit di sana. Angka tersebut merupakan catatan terburuk di antara beberapa jaringan HD di negara lain.

Harley Davidson siapkan deretan motor berpendingin cairan. (visordown.com)
Harley Davidson siapkan deretan motor berpendingin cairan. (visordown.com)

 

Dikutip dari Visordown, Presiden AS Donald Trump bahkan sempat ikut campur dengan regulasi di negara tersebut agar motor buatan HD bisa dibanderol dengan harga yang lebih terjangkau.

Namun hal tersebut belum membuahkan hasil. Tak cuma itu, hengkangnya HD merupakan imbas dari penerapan rencana baru, termasuk menunda atau bahkan membatalkan beberapa motor-motor dengan mesin generasi terbaru, seperti halnya HD Bronx dan juga HD 350.

Berita Terkait

Berita Terkini