Motor

Belum Banyak yang Tahu, Kenali 7 Poin Penting untuk Para Pembonceng agar Aman dan Nyaman Saat Berkendara

Pembonceng wajib tahu ini 7 poin penting agar aman dan nyaman saat berkendara.

Gagah Radhitya Widiaseno

Posisi boncenger ketika naik Kawasaki Ninja (Kawasaki)
Posisi boncenger ketika naik Kawasaki Ninja (Kawasaki)

Mobimoto.com - Motor menjadi salah satu kendaraan yang diminati masyarakat ketika pergi ke satu tempat ke tempat lain dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

Dengan dimensi yang tidak terlalu besar, motor menjadi pilihan yang pas untuk digunakan dalam perjalanan kota-kota.

Ketika menggunakan motor, pemotor pastinya hanya diperbolehkan untuk membawa satu penumpang agar aman saat berkendara di jalan.

Namun, sayangnya masih banyak yang belum menyadari sisi keselamatan saat berboncengan motor.

Sebetulnya, apa saja hal sederhana namun esensial, yang perlu diperhatikan saat memberikan bangku belakang untuk berboncengan.

Berikut 7 poin penting boncengan aman dan nyaman saat naik motor dilansir dari Wahana Honda.

Jojo terlihat sedang boncengan dengan cewek cantik naik moge Triumph (Instagram)
Jojo terlihat sedang boncengan dengan cewek cantik naik moge Triumph (Instagram)

1. Periksa Tekanan Ban

Sebelum memberikan bangku belakang untuk diboncengi, si pengendara wajib memperhatikan tekanan angin ban. Karena ban yang kempes akan menjadikan tarikan motor berat sekaligus menyebabkan motor menjadi lebih boros.

2. Penggunaan Safety Riding yang sesuai

Pengendara dan yang dibonceng wajib menggunakan safety riding. Salah satu yang utama, tentu wajib pakai helm. Untuk perjalanan touring ke luar kota, wajib tambahkan menggunakan jaket juga sarung tangan.

3. Ikuti pergerakan pemotor saat menikung

Pengemudi harus dapat mengatur pergerakan titik berat agar seirama dengan pergerakan motor. Jangan sampai saat menikung ke kiri, pengemudi malah miring ke kanan.

4. Disarankan menghadap ke depan

Pembonceng sebaiknya duduk menghadap ke depan searah pengemudi dan berpegang di pinggang pengendara bukan berpegangan pada behel motor. Ini bertujuan agar bisa menjaga keseimbangan motor ketika melakukan manuver atau saat berjalan menikung.

5. Posisi lutut mengarah ke dalam motor

Pastikan posisi lutut pembonceng rapat ke arah dalam motor, dengan begini pembonceng dapat mengikuti gerakan pengendara sehingga memudahkan kontrol motor.

6. Hindari penggunaan rok lebar

Untuk pemboceng wanita, sebaiknya hindari menggunakan rok lebar. Kalaupun pun sudah terlanjur menggunakan rok, sebaiknya betul betul ditempatkan pada posisi dilipat di bawah paha dan diduduki.

Jangan sekalipun membiarkan rok menjuntai, karena bisa berakibat tersangkut ke dalam roda atau rantai motor yang akan beresiko fatal.

7. Pastikan hanya membonceng 1 orang

Jangan membonceng lebih dari 1 orang. Sejak awal Motor dirancang hanya untuk dikendarai 2 orang. Jumlah pembonceng yang berlebihan akan sangat membahayakan keselamatan, sekaligus memperngaruhi ketersediaan dan kenyamanan tempat duduk serta keamanan saat mengendalikan motor.

Berita Terkait

Berita Terkini

Motor

Knalpot Racing, Benarkah Bikin Boros Bensin?

Ingin tahu fakta di balik mitos knalpot racing bikin boros bensin? Temukan penjelasan lengkapnya di sini, termasuk faktor yang memengaruhi konsumsi BBM dan hasil penelitiannya.