Tips

Harga Minyak Tembus 80 USD/Barel, BBM Naik Signifikan!

Kurs dolar yang mencapai sekitar Rp 15.200 juga salah satu faktor naiknya harga BBM.

Dany Garjito | Cesar Uji Tawakal

Ilustrasi SPBU
Ilustrasi SPBU

Mobimoto.com - Pertamina umumkan kenaikan harga BBM non subsidi Rabu (10/10). Kenaikan ini berlaku mulai kemarin puku 11.00 WIB. Adapun BBM yang tekena imbasnya adalah Pertamax series, Dex Series dan Biosolar Non PSO.

Untuk Pertamax, terjadi kenaikan harga dari Rp 9500/liter menjadi Rp 10.400/liter, naik Rp.900 rupiah.

Tak hanya itu, Pertamina Dex juga naik dari Rp 10.500/liter menjadi Rp 11.850/liter.

Begitu juga dengan Dexlite yang sekarang menjadi Rp 10.500/liter, Pertamax Turbo menjadi 12.250/liter dan Biosolar Non PSO menjadi Rp 9800/liter.

Kenaikan harga BBM ini tidak berlaku di daerah yang sedang tertimpa musibah bencana, seperti di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.

Kenaikan ini terjadi lantaran harga minyak dunia yang rata-rata tembus 80 dolar AS per barel, belum lagi kurs Rupiah yang melemah terhadap dolar yang saat ini mencapai Rp 15.200 an, membuat uang yang harus dikeluarkan untuk melakukan impor minyak menjadi lebih banyak.

Kurs dolar AS terhadap Rupiah Kamis 8.34 WIB (11/10) . (google.com)
Kurs dolar AS terhadap Rupiah Kamis 8.34 WIB (11/10) . (google.com)

 

''Penyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik dimana saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus 80 dolar per barel, dimana penetapannya mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM'' kata External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita.

Tak hanya itu, pemerintah juga sempat berencana akan menaikkan harga premium menjadi Rp 7.000/liter namun pada akhirnya, rencana tersebut batal, atau setidaknya ditunda.

''Jadi Pertamina butuh waktu untuk perhitungan. Jadi untuk sementara ditunda sampai Pertamina siap.'' ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan ke media kemarin.

 

 

Berita Terkait

Berita Terkini