Motor

Kisah Nenek Asal Klaten yang Motornya Direstorasi Ini Bikin Terharu

Restorasi Yamaha V75 ini dilakukan oleh komunitas motor Yamaha Lawas.

Dany Garjito | Praba Mustika

Yamaha V75 Milik Nenek 73 Tahun Asal Klaten yang Direstorasi Gratis. (Facebook/Djoko Supriyanto)
Yamaha V75 Milik Nenek 73 Tahun Asal Klaten yang Direstorasi Gratis. (Facebook/Djoko Supriyanto)

Mobimoto.com - Pemilik sepeda motor lawas nan antik, tentu akan sulit untuk melepaskan sepeda motornya karena banyak kenangan yang terjadi bersama si kuda besi. Salah satunya adalah seorang nenek 73 tahun asal Klaten, yang biasa dipanggil Bu Bandi. Melalui program peduli kasih Yamaha lawas, Djoko Supriyanto mengisahkan melalui jejaring Facebook.

Bu Bandi, nenek berusia 73 tahun yang merupakan warga Desa Randubowo, Karang Anom, Klaten, Jawa Tengah ini memiliki sepeda motor Yamaha V75 berwarna biru. Awalnya, kondisi motor ini sudah tidak begitu terawat lagi, Sob. Tapi kemudian melalui kekuatan netizen, sebuah grup bernama Yamaha Lawas di jejaring Facebook, menginiasi untuk melakukan restorasi.

Yamaha V75 Milik Nenek 73 Tahun Asal Klaten yang Direstorasi Gratis. (Facebook/Djoko Supriyanto)
Yamaha V75 Milik Nenek 73 Tahun Asal Klaten yang Direstorasi Gratis. (Facebook/Djoko Supriyanto)

Menurut Djoko Supriyanto, proses pengerjaan sepeda motor Yamaha V75 milik Bu Bandi ini memakan waktu setidaknya satu tahun empat bulan, lho. Baru pada Minggu (6/1) dilakukan serah terima Yamaha V75 yang telah rampung direstorasi, kepada keluarga Bu Bandi.

Yamaha V75 Milik Nenek 73 Tahun Asal Klaten yang Direstorasi Gratis. (Facebook/Djoko Supriyanto)
Yamaha V75 Milik Nenek 73 Tahun Asal Klaten yang Direstorasi Gratis. (Facebook/Djoko Supriyanto)

Setelah motor tersebut diserahkan kepada Bu Bandi, ia langsung memeluk motor tersebut dan bahagia karena motornya kembali seperti sedia kala. Bu Bandi juga mengucapkan terima kasih dan merasa bersyukur karena bertemu dengan orang-orang baik yang mau susah payah merestorasi Yamaha V75 miliknya ini.

Berita Terkait

Berita Terkini