Tips

Jangan Asal Ngerem! Inilah Teknik Pengereman yang Efektif

Memahami bagaimana cara berkendara yang benar, termasuk melakukan pengereman yang baik, bisa membuat kamu lebih aman dalam berkendara.

Galih Priatmojo | Praba Mustika

Ilustrasi Rem Motor/pixabay.com
Ilustrasi Rem Motor/pixabay.com

Mobimoto.com - Menggunakan sepeda motor tidak sekadar membuka gas dan melakukan pengereman, sob. Selain kita harus melakukan perawatan rutin untuk menjaga motor tetap prima, kita juga harus paham cara berkendara yang benar.

Semakin baik kita berkendara, maka kita juga turut menggalakan safety riding, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Terus gimana sih caranya supaya kita bisa berkendara dengan baik dan benar? Secara umum, kamu tentu harus paham tentang rambu-rambu, lalu etika berkendara dan jangan lupa untuk memahami karakter motormu sendiri.

Yang paling mudah tentu, pahami bagaimana cara kerja motor kamu ketika membuka gas dan melakukan pengereman.

Teknik Pengereman pada Sepeda Motor/pixabay.com
Teknik Pengereman pada Sepeda Motor/pixabay.com

 

Dilansir dari situs resmi Astra Honda Motor, ada cara untuk melakukan pengereman yang baik, sehingga bisa menciptakan keamanan, baik untuk kita sendiri maupun untuk pengendara lain.

Jadi perlu diketahui nih sob, tujuan pengereman itu bukan untuk menghentikan motor lho.

Tujuannya adalah untuk memperlambat laju kendaraan secara bertahap atau disebut juga deselerasi.

Dan melakukan pengereman itu ada tekniknya sob, karena kalau kamu asal ngerem ternyata berbahaya lho.

Cara yang efektif dan optimal adalah menggunakan rem depan dan rem belakang secara bersamaan, bukan menarik atau menginjak tuas rem dalam-dalam.

Selama ini kita mengetahui bahwa rem belakang paling efektif digunakan untuk memperlambat laju kendaraan. Padahal yang paling efektif adalah dengan menggunakan rem depan.

Tapi bukan berarti kamu tidak lagi melakukan pengereman dengan rem belakang ya sob, rem belakang lebih difungsikan untuk menyeimbangkan kendaraan.

Selain itu, rem belakang juga lebih efektif digunakan di jenis jalanan tertentu, misalnya ketika sedang melalui jalan yang menurun.

Melakukan pengereman dengan rem belakang ketika sedang melaju dengan kecepatan tinggi juga berbahaya sob, karena bisa membuat motor tidak stabil dan dalam kondisi tertentu bisa menyebabkan kecelakaan.

Jangan Sampai Terpeleset sob/pixabay.com
Jangan Sampai Terpeleset sob/pixabay.com

 

Kombinasi keduanya juga harus diperhatikan sob, supaya kamu bisa lebih efektif melakukan pengereman dan bisa mengukur jarak pengereman yang tepat.

 

Berita Terkait

Berita Terkini