Motor

Pembalap MotoGP Ini Pamer Helm Fullface Anti Peluru Buatan Indonesia, Wow!

Helm ini mampu menahan tembakan shotgun dari jarak 10 meter.

Angga Roni Priambodo | Cesar Uji Tawakal

Pembalap MotoGP menguji ketangguhan helm buatan tanah air. (Instagram/@karel_abraham17)
Pembalap MotoGP menguji ketangguhan helm buatan tanah air. (Instagram/@karel_abraham17)

Mobimoto.com - Pembalap tim satelit Ducati, Karel Abraham memamerkan helm balap terbarunya yang diklaim tahan peluru. Selain tahan peluru, yang spesial dari helm tersebut adalah tempat produksinya. Helm ini diklaim dibuat di Indonesia lho. Penasaran?

Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @karel_abraham17 (10/2), dirinya menunjukkan lokasi 'uji coba' ketahanan dari helm tersebut. Uji coba tersebut dikabarkan dilakukan di fasilitas riset milik produsen helm NHK. Untuk aksi lengkapnya, simak video berikut ini.

 

Dalam video tersebut, pembalap MotoGP dari tim Reale Avintia Racing ini terlihat menembak helm tersebut menggunakan senjata api sungguhan. Dengan senjata berjenis shotgun tersebut, pembalap asal Ceko ini menembak helm  tersebut dari jarak 10 meter.

Pembalap MotoGP menguji ketangguhan helm buatan tanah air. (Instagram/@karel_abraham17)
Pembalap MotoGP menguji ketangguhan helm buatan tanah air. (Instagram/@karel_abraham17)

 

Diluar dugaan, serpihan peluru shotgun tersebut memang merusak permukaan helm. Namun partikel pelurunya tidak ada yang mampu menembus helm tersebut. Keren! Sebagai informasi, helm yang ia tembak bermerek NHK. Sayangnya tidak dijelaskan helm tipe apa yang ia tembak menggunakan senjata api tersebut.

Helm tersebut merupakan salah satu helm yang diproduksi di Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa produk buatan anak negeri tidak kalah dengan buatan asing, yang tentunya bisa bikin bangga.

Namun, jangan coba-coba meniru uji coba tersebut dirumah ya, karena senjata api bukanlah barang sembarangan. Penggunaan senjata api harus dilakukan setidaknya dalam pengawasan para profesional.

Berita Terkait

Berita Terkini